Profil Bisnis Google sering menjadi kesan pertama calon pelanggan terhadap usaha Anda.
Nama, jam buka, dan alamat memang wajib benar, tetapi foto dan video yang membuat orang akhirnya memutuskan untuk datang.
Panduan ini ditujukan untuk pemilik dan pengelola Profil Bisnis yang ingin memanfaatkan video dengan cara sederhana, rapi, dan sesuai aturan.
Mengapa video penting bagi profil usaha?
- Foto menunjukkan tampilan, video menunjukkan suasana: keramaian, cara kerja, dan keramahan tim.
- Calon pelanggan bisa "melihat" tempat usaha sebelum datang, sehingga lebih yakin.
- Profil yang terlihat aktif dan terawat memberi kesan usaha yang dikelola serius.
Langkah 1: Tambahkan video langsung ke Profil Bisnis
Penting: foto dan video hanya akan ditampilkan di Google setelah Profil Bisnis Anda diverifikasi.
Cara menambahkan video lewat browser:
- Masuk dengan akun Google yang terdaftar sebagai pemilik atau pengelola Profil Bisnis tersebut. Pelajari peran pemilik dan pengelola.
- Buka Google Penelusuran atau Google Maps.
- Telusuri nama dan kota bisnis Anda.
- Klik Foto, lalu Tambahkan foto.
- Pilih video Anda. Anda bisa memilih beberapa foto atau video sekaligus.
Langkah di ponsel dan tablet sedikit berbeda. Panduan lengkap per perangkat tersedia di halaman resmi Mengelola foto & video Profil Bisnis.
Persyaratan video:
- Format: disarankan MP4 atau MOV
- Durasi: maksimal 30 detik
- Ukuran file: maksimal 75 MB
- Resolusi: 720p atau lebih tinggi
Halaman bantuan resmi tidak merinci format file. MP4 dan MOV disarankan karena paling umum dan paling kecil kemungkinan gagal diproses.
Status unggahan. Setelah diunggah, video ditinjau lebih dulu. Anda akan melihat salah satu dari tiga status ini:
- Tertunda: video masih diunggah atau diproses, atau profil Anda belum diverifikasi. Video tertunda belum tampil bagi pelanggan.
- Tidak disetujui: video dilaporkan dan melanggar kebijakan, sehingga tidak tampil.
- Tayang: video sudah tampil di Google Penelusuran dan Maps.
Menurut panduan resmi, diperlukan waktu hingga 24 sampai 48 jam sebelum foto dan video tampil di profil, jadi tidak perlu mengunggah ulang berkali-kali.
Langkah 2: Pastikan video sesuai kebijakan
Video Anda harus mengikuti panduan dan kebijakan konten Google (halaman berbahasa Inggris). Beberapa prinsip praktisnya:
- Relevan: tampilkan usaha, produk, layanan, atau suasana tempat Anda yang sebenarnya.
- Tidak menyesatkan: jangan memakai video yang bukan milik atau bukan dari usaha Anda.
- Menghormati privasi: hindari memperlihatkan wajah atau data pribadi pelanggan tanpa izin.
- Pantas: tanpa konten kasar atau tidak sesuai untuk umum.
Ide video yang cocok untuk usaha Anda?
- Kuliner: proses menyajikan menu andalan dan suasana saat ramai.
- Bengkel dan jasa: proses pengerjaan dan hasil akhir.
- Salon dan perawatan: area layanan dan suasana ruangan.
- Toko dan butik: koleksi baru dan cara memadupadankannya.
- Penginapan dan wisata: keliling kamar dan pemandangan sekitar.
Satu video, satu pesan. Karena durasinya maksimal 30 detik, langsung tunjukkan hal yang paling ingin dilihat pelanggan.
Rekam dengan ponsel di tempat yang cukup terang, dan pastikan suara terdengar jelas.
Langkah 3: Perluas jangkauan lewat YouTube Shorts
Video di profil bisa dilengkapi dengan YouTube Shorts. Buat kanal sederhana dengan mengikuti panduan resmi membuat kanal YouTube, lalu tautkan kanal tersebut ke Profil Bisnis Anda lewat fitur Profil sosial.
Cara menautkannya:
- Buka Profil Bisnis Anda, lalu pilih Edit profil dan buka Informasi bisnis.
- Buka tab Kontak, lalu ketuk ikon pensil di bagian Profil sosial.
- Pada menu pilihan, pilih YouTube.
- Di kolom Alamat web, masukkan alamat kanal Anda, misalnya https://www.youtube.com/@namakanal.
- Untuk menambahkan akun lain, ketuk Tambahkan profil sosial.
- Ketuk Simpan.
Nama menu dapat sedikit berbeda tergantung versi tampilan dan perangkat.
Dengan begitu, tautan resmi ke kanal YouTube usaha Anda bisa tampil di profil.
Saat mengunggah Shorts, tandai lokasi usaha dan gunakan satu atau dua kata kunci lokal yang wajar, misalnya "bakso urat di Sleman".
Hindari menjejalkan daftar kata kunci di judul dan deskripsi.
Langkah 4: Libatkan pelanggan
- Ajak pelanggan yang puas menambahkan foto atau video di profil Anda dan menandai lokasi di Shorts mereka.
- Jangan memberi insentif. Dilarang menawarkan diskon, hadiah, kupon, atau barang gratis sebagai imbalan agar pelanggan mengunggah foto, video, atau ulasan. Konten yang diberi imbalan oleh pihak usaha melanggar kebijakan konten kontribusi pengguna Google Maps dan dapat dihapus. Profil yang berulang kali melanggar juga bisa dikenai pembatasan. Lihat panduan Google tentang ulasan dan konten pelanggan
- Ucapkan terima kasih, dan balas dengan ramah.
- Kumpulkan video tentang usaha Anda dalam Playlist YouTube, dengan izin pembuatnya.
- Jika ada foto atau video dari pelanggan yang tidak pantas, Anda dapat meminta penghapusannya. Caranya dijelaskan di panduan resmi melaporkan foto atau video yang tidak pantas di Profil Bisnis.
Checklist cepat untuk pengelola profil
- Profil Bisnis sudah diverifikasi.
- Nama, alamat, dan jam buka di profil sudah benar dan sama dengan yang tampil di video.
- Video berformat MP4 atau MOV, maksimal 30 detik dan 75 MB, serta beresolusi 720p atau lebih tinggi.
- Video menampilkan usaha Anda yang sebenarnya dan tidak memuat data pribadi pelanggan.
- Kanal YouTube (jika ada) sudah terhubung dan lokasi sudah ditandai.
- Tidak ada diskon atau hadiah yang dijanjikan sebagai imbalan foto, video, atau ulasan.
- Ada jadwal ringan, misalnya satu video baru sebulan sekali atau lebih.
Pertanyaan yang sering muncul?
Apakah wajib punya kanal YouTube?
Tidak. Anda bisa mulai hanya dengan menambahkan video di Profil Bisnis. YouTube adalah pelengkap.
Apakah video pasti membuat peringkat naik?
Tidak ada jaminan. Video membantu calon pelanggan memahami usaha Anda, tetapi peringkat bergantung pada banyak faktor.
Video saya belum tampil, apa yang salah?
Periksa statusnya. Jika statusnya Tertunda, tunggu hingga 24 sampai 48 jam dan pastikan profil Anda sudah diverifikasi.
Jika statusnya Tidak disetujui, periksa apakah video Anda termasuk salah satu kasus berikut yang umum menjadi penyebab penolakan:
- Teks berlebihan: teks promosi, nomor telepon, atau logo yang menutupi bagian besar layar atau mengganggu fokus utama video. Google tidak menetapkan angka pasti. Sebagai patokan praktis, banyak praktisi menyarankan teks tidak lebih dari sekitar 10% area layar.
- Video stok atau milik orang lain: kebijakan Google menyatakan konten stok atau yang diambil pihak lain dianggap tidak relevan dan dapat dihapus.
- Kualitas buruk: terlalu buram, terlalu gelap, atau sangat goyang.
- Musik atau suara bermasalah: musik berhak cipta atau efek suara yang mengganggu sebaiknya dihindari. Utamakan suara asli lokasi (ambient sound). Jika Anda mengedit video sebelum diunggah, gunakan musik bebas royalti, misalnya dari YouTube Audio Library, dan periksa ketentuan lisensi setiap lagu.
- Tidak mewakili usaha: isi video tidak berasal dari lokasi atau usaha Anda yang sebenarnya.
Google tidak selalu menjelaskan alasan penolakan secara rinci, jadi daftar ini bersifat panduan umum. Perbaiki videonya, lalu unggah versi yang baru.
Mulailah dengan satu video pendek yang jujur tentang usaha Anda, dan biarkan profil Anda bercerita.









